Kategori
Agama

Syarat Mutlak Pengurus NU Lulusan Pesantren

Alhadiy – Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lasem KH Zaim Ahmad mengungkapkan, syarat mutlak jadi pengurus NU ialah lulusan pesantren. Karena, ormas keagamaan NU lahir di pesantren. Oleh sebab itu, mesti dikembalikan lagi ke habitatnya.

“Syarat mutlak jadi kader apalagi pengurus NU ialah pernah mondok. Walaupun cuma 2 hari. Ini berlaku bagi NU sendiri dan semua banom-banomnya, dari yang paling atas sampai paling bawah,” ucap Gus Zaim melalui siaran langsung Ngangsu Kaweruh melalui Instagram, Rabu (15/4) malam.

Dalam ngaji daring (online) bertema ‘Mengintip Kesantrian IPNU dari Jendela Pesantren’ yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Lasem ini, Gus Zaim menekankan agar kita jangan sampai menyepelekan pesantren.

“Sebab Presiden Joko Widodo juga sudah mengistimewakan santri melalui Hari Santri Nasional,” tandas Gus Zaim, sapaan akrab cucu pendiri NU KH Ma’shum Ahmad Lasem ini.

Ia menambahkan, dengan belajar di pesantren dan jadi santri, seseorang akan belajar jadi orang yang sederhana. Sehingga, menurut dia, pengurus NU termasuk IPNU haruslah berasal dari kalangan santri.

“Jadi santri itu belajar jadi kawulo (hamba), biar tau rasanya jadi wong cilik (orang kecil). Sehingga banyak anak kyai yang dipondokkan. Sebab para kyai tidak ingin mereka waktu kecil jadi pangeran, sesudah besar jadi raja,” terangnya.

“Jadi, biar mereka rau rasanya jadi orang biasa. Itulah kenapa kader NU termasuk IPNU mesti santri. Sebab, jikalau tidak maka karakter kesantrian akan hilang,” sambung Pengasuh Pesantren Kauman Lasem ini.

Gus Zaim mengklaim tidak setuju kalau para ketua yang memegang jabatan organisasi NU tidak berasal dari kalangan santri. Menurut dia, kualitas akademik sungguh penting. Tetapi, loyalitas kepada NU itu jauh lebih penting dan Penting agar tidak pudar.

Ia berkisah, waktu pemilihan member Ma’arif NU Lasem, ada 2 kandidat yaitu seseorang yang menjabat di kepengurusan NU. Tetapi, secara akademik tidak lebih unggul dari kandidat satunya.

Sementara, lanjut dia, kandidat satunya lagi tidak mempunyai pengalaman dalam berorganisasi NU. Akhirnya Gus Zaim waktu itu lebih memilih kandidat yang mempunyai pengalaman berorganisasi NU meski secara akademik kurang.

Pantauan NU Online, Ngaji daring yang dimoderatori Ketua PC IPNU Lasem Ahmad A’anun Ni’am ini berlangsung lebih kurang 1 jam dengan distop pesan Gus Zaim. “Bersemangat membangun NU melalui organisasi terkecil NU seperti IPNU, Insyaallah membawa berkah,” pungkasnya.

Sumber: NU Online


Syarat Mutlak Pengurus NU Lulusan Pesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.