Kategori
Agama

Gus Nadir Jelaskan Aqidah Ahlussunnah wal jema’ah dalam Merespons Covid-19

Alhadiy – Rais Syuriyah PCINU Australia-New Zealand Prof Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir memaparkan konsep Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam merespons pandemi virus Corona atau Covid-19. Menurut Gus Nadir, konsep Aswaja memadukan antara percaya ke takdir Allah dan kewajiban untuk berikhtiar.

“Ahlussunnah wal Jama’ah tidak akan lari dari takdir, tapi juga tidak akan pasrah begitu saja tanpa usaha apapun. Kita bukan jabbariyah, kita bukan qadariyah, atau muktazilah, kita Ahlussunnah wal jema’ah, Ada di tengah-tengah. Doa kita maksimum, usaha kita juga mesti maksimum,” kata Gus Nadir pada acara Munajat Hamba, Selasa (21/4).

Oleh sebab itu, Gus Nadir mengajak ummat Islam untuk terus memohon pertolongan Allah supaya Covid-19 cepat dihilangkan dan pada waktu bersamaan, saban Muslim diharuskan ikut imbauan dari pemerintah, tenaga medis, dan figur publik warga untuk tidak keluar rumah kecuali Ada kebutuhan yang mendesak.

“Dengan seperti ini kita berdoanya maksimum, usahanya juga maksimum. Percaya ke takdir Allah, tapi juga kita berkewajiban untuk memberikan yang the best, berikhtiar untuk keamanan kita bersama-sama,” jelasnya.

Pengasuh Pesantren Darut Tauhid Arjawinangun, Cirebon KH Husein Muhammad mengumumkan bahwa Covid-18 bukan siksaan, melainkan ujian dari Allah atas keimanan, kesabaran, dan tekad bulat atas kemanusiaan.

“Ini bukan 1 siksaan Allah,” kata Kyai Husein.

Sementara Pengasuh Pesantren Salafiyah Pasuruan KH Idris Hamid mengumumkan bahwa pemerintah sudah melaksanakan bermacam cara dalam menangani Covid-19. Akan tetapi, sesudah berjalan selama lebih dari sebulan, penyebaran Covid-19 masih berlangsung.

“Mari kita tetap berikhtiar secara zahiriyah, secara medis, cuma jangan lupa ikhtiar batiniyah dengan membaca doa, membaca wirid-wirid yang direkomendasi oleh para ulama dan auliya kita,” kata Kyai Idris.

Acara yang disiarkan oleh GusMus Channel ini juga diikuti ulama lainnya, seperti, Pengasuh Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Pengasuh Pesantren Al-Munawwir Krapyak KH R Najib Abdul Qodir, dan Ulama Tafsir Indonesia Profesor Muhammad Quraish Shihab.

Sumber: NU Online


Gus Nadir Jelaskan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dalam Merespons Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.